aMSaL

BaGi DuNia KiTa HaNYaLaH SeSeoRaNG, BaGi SeSeoRaNG KiTaLaH DuNiaNYa

Jumat, 03 Februari 2012

MENGAPA HARUS ADA KOLO RAI HAWU DI BALI


            Pertanyaan ini mungkin saja ada pada sebagian dari orang Do Hawu tak dapat menjawab dengan tepat, atau ada yang mengetahui tetapi tidak dapat menjawab, demikian pula yang tahu tapi tidak mau tahu, sehingga dianggap sebagai suatu organisasi yang ada karena suku-suku lain asal NTT sudah ada wadahnya  sehingga DO Hawu membentuk perkumpulan ini sebagai bahan pelengkap saja.
            Pemikiran yang demikian adalah pendapat konyol. Untuk Do Hawu, khususnya  yang keluar langsung dari Hawu bahwa ketika ia hendak merantau ada pesan orang tua kepadanya:
Kinga Dahi ke Au La Rai
Menjnji Natta harro Ie
Bole Bollo Ne Rai Di Rai Hawu
Au Dhe Do Kepai Ro Nga Donahu

Artinya
Ketika Engkau tiba di rantau, dimana penuh dengan segala kemewahan, dan gemerlapnya neon dan merkuri.
Jangan sekali kau akan pulau tempat kau dibesarkan
Walau hanya hidup dari nira dan gula.

Ina, Ama, A’a, Ari, Nawanni,
Mungkin pesan singkat dari leluhur itulah yang mengilhami sesepuh, orang tua, saudara kekasih kita sebagai pemerkasa berdirinya KOLO RAI ini. Kilas balik sejarah berdirinya organisasi kita ini. Marilah kita menoleh kebelakang, mundur ke tahun 1985.
            Sebelum tanggal 20 Januari 1985, tanggal resmi berdirinya KOLO RAI, sesepuh-sesepuh kita seperti Bapak J.Here Bessie, Bapak Alexander Padji, Bapak J. Riwu Kore, Bapak Rade, Bapak Michael Djami, Bapak George Imanuel Pili Robo, M. Wila Kore, S. A. R. Gah, bahkan bapak-bapak yang lain yang oleh karena tugas dan pekerjaannya merantau dan merantau lagi. Beliau-beliau ini bersatu kata dengan susah payah mengumpulkan DO HAWU yang tersebar di Pulau Dewata tercinta ini. Tentu ada maksud yang mulia dari sesepuh kita.
Ina, Ama, A’a, Ari, Nawanni
            Bila DO HAWU ingin kembali Sabu, tentu akan memerlukan dana yang besar dan menghabiskan waktu yang cukup lama, Mau Hae Kapa Lila Do Hawu tidak punya dana, dan memakan waktu berhari-hari pulang pergi, apalagi jika ia seorang pekerja harian, sudah barang tentu mengganggu aktivitasnya. Bertolak dari pemikiran tersebut di atas, para sesepuh membuat miniatur hawu di pulau Dewata ini yang diberi nama “KOLO RAI HAWU” sebagai wadah untuk DO HAWU di rantau.
            Diwadah inilah kita saling Penarru Kebie mengingat nostalgia leluhur kita yang jauh di pulau gersang penuh lontar tempat kita berasal. Diwadah ini pula kita saling kenal satu sama lain, bila kita saling berpandang di jalan tidak lagi asing tapi mesra penuh persaudaraan. Ingat saudaraku, DO HAWU dirantau tidak ada yang kaya, tapi tidak ada yang tidur di kolong jembatan dan meminta-minta karena mereka mewarisi harta yang paling mulia ialah tali persaudaraan yang kuat dan kegotongroyongan yang kokoh.
            Kita ingat saudara, Ina, Ama kita di Hawu jika seseorang membangun rumah misalnya maka para tetangga tanpa diminta mereka menyumbang sekaligus membantu bekerja sambil dibarengi tawa dan nyanyi. Atau jika seseorang mau membersihkan ladangnya, maka pemilik ladang tetangga membantu tanpa diminta sampai dengan musim tanam dan musim  tanam dan musim panen, atau seseorang penyadap nira yang mungkin datang terlambat sedangkan hari sudah menjelang malam, maka penyadap tetangga yang telah selesai dahulu iklas membantu menyadap dan pulang bersama-sama. Begitu kentalnya kegotongroyongan mereka sehingga timbul tembang :
“Ie Ta Lowe Do me Mude Para Jaru”
Paling Indah bila banyak saudara dalam membantu pekerjaan susah menjadi mudah, gampang .
            Atau lupakah anda akan janji seorang anak kepada ibunya yang selalu gundah gulana ketika ia hendak merantau, sebagai seorang ibu sangat kuatir melepaskan anaknya untuk pergi merantau. Karena itu anak menghibur ibunda dengan sebuah tembang :
‘Bole jaru Ina Tana ee Era mengngi Dhai leto”
Wahai Bunda tercinta, tak usah bimbang, tak usah gundah, ada sukacita dikemudian hari.
            Sekarang bagi kita sebagai generasi yang lahir di rantau, besar di rantau atau yang merantau sejak kecil, tembang di atas dapat mengetuk hati kita untuk kembali ke hawu dalam arti berkumpul di wadah yang telah didirikan dengan susah payah oleh pendahulu-pendahulu kita.
Ina, ama tercinta
            Pengorbanan pendahulu-pendahulu kita mengumpulkan Do Hawu di rantau jangan disia-siakan dan diabaikan, mari kita teruskan usaha mereka dengan senantiasa hadir dan aktif pada pertemuan-pertemuan terutama setiap bulan, suatu bukti bahwa kita selalu mengenang mereka walaupun mereka telah lama mendahului kita dan meninggalkan kita.
Hidup penuh dengan kegotongroyongan dan persaudaraan harus menjadi ciri khas Do Hawu dirantau sebagaimana tembang :
Mira Kad Dhi Hari
Do Memu Dhe Para Jaru
KI Helau Ade
Muri Nga Panadhe Ie

Kinga Era Lai
Due Hape Ta He Lau
Uku Rai Hawu
Bhole Bollo Ri Di

Yang kalau diterjemahkan kira-kira artinya begini :
Bila kita bersatu padu
Suka duka jadi ringan (terhibur)
Sehati sepikir
Hiduppun penuh kedamaian

Jika ada masalah/persoalan
Sama-sama kita rembuk/pecahkan
Adat istiadat lama warisan leluhur
Tidak boleh kita lupakan

Lagu ini sangat memotivasi kita agar tetap bersatu walaupun dalam duka maupun senang sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk memisahkan diri dari Ikatan Persekutuan kita Kolo Rai, Pulau Sabu kecil ditengah Pulau Dewata. Segala kesalahpahaman kita tepiskan, dendam dan kurang hati kita buang jauh-jauh, sehingga persaudaraan terikat dan terbungkus dalam damai sejahtera yang tentunya akan memperkokoh persatuan dan kesatuan kita bersama.

Ingat saudaraku :
  • Penting kemana anda melihat dan pergi tapi jauh lebih penting jika anda mengenang dari mana anda berasal.
  • Do Hawu, Suku yang minoritas di rantau tapi jangan lupa : “Minoritas yang berkomitmen lebih baik dari mayoritas yang apatis”. Daud Wadu Dadi

4 komentar:

ian xandroz de jesus mengatakan...

Nice.... Itu bhsa apa ya?

ory wadu mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
ory wadu mengatakan...

iye ta do iye
rae hawu
rihi iye

ory wadu mengatakan...

iye ta do iye
rae hawu
rihi iye

Kata kata

Cintailah seseorang sepenuhnya, termasuk kekurangannya, dan suatu saat kamu akan pantas mendapatkan yang terbaik darinya.

SESUATU YANG BERHARGA

Terkadang, Tuhan menghilangkan sesuatu yang sangat berarti dari genggamanmu, agar kamu menyadari kesalahan dan berubah menjadi lebih baik.