aMSaL

BaGi DuNia KiTa HaNYaLaH SeSeoRaNG, BaGi SeSeoRaNG KiTaLaH DuNiaNYa

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Maret 2014

PRoSeS SeLeKSi MeLaMaR PeKeRJaaN

Dalam proses seleksi melamar pekerjaan, wawancara sering kali dianggap mudah. Namun dalam sesi wawancara beberapa orang gagal mendapatkan pekerjaan yang didambakannya. Untuk itu sesi wawancara harus dipersiapkan dengan sunguh-sungguh.
Berikut tips rahasia sukses wawancara saat melamar pekerjaan;

1. Berapa gaji yang Anda minta?
Jawab: Sebutkan gaji yang besarnya realistis. Lihat mata pewawancara, sebutkan jumlah, dan berhentilah bicara. Jangan bohong tentang gaji yang Anda terima di kantor sebelumnya, bila Anda sudah bekerja. Bila Anda merasa bahwa gaji Anda di kantor yang sekarang terlalu kecil, berikan penjelasan.

2. Apa kelebihan utama Anda?
Jawab: Pilih potensi Anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang Anda lamar. Hindari respons yang generik seperti pengakuan bahwa Anda pekerja keras. Lebih baik, berikan respons berupa, “Saya selalu diperbudak daftar pekerjaan yang saya buat sendiri. Sebab, saya tidak mau pulang sebelum pekerjaan di kantor beres semua.”

3. Apa kekurangan Anda yang paling jelas?
Jawab: Jangan bilang Anda seorang perfeksionis (menunjukkan bahwa Anda sombong). Lebih baik, jujur saja dan sebutkan kelemahan yang kongkret. Misalnya, Anda lemah menghitung di luar kepala, dan karenanya Anda mengatasinya dengan membawa kalkulator. Tapi, kemudian, susul dengan kelebihan Anda.

4. Di mana Anda melihat diri Anda lima tahun lagi?
Jawab: Gambarkan posisi yang realistis. Kira-kira dua-tiga posisi di atas posisi yang Anda lamar sekarang. Jangan sertakan cita-cita yang tak ada hubungannya dengan lamaran pekerjaan Anda, misalnya, ingin jadi bintang sinetron atau jadi novelis. Sebab, Anda akan tampak tidak fokus.

5. Mengapa Anda ingin meninggalkan kantor yang lama?
Jawab: Jangan sampai mengemukakan hal yang negatif. Kalau kenyataannya begitu, ucapkan dalam kalimat ‘positif’, misalnya bahwa Anda tidak melihat ada ‘ruang’ di mana Anda bisa berkembang. Lalu, jelaskan mengapa Anda menganggap bahwa pekerjaan di kantor baru ini memberi kesempatan yang lebih baik.

6. Adakah contoh kegagalan Anda?
Jawab: Ungkapkan kegagalan yang pernah Anda alami, tapi yang sudah terpenuhi solusinya. Supaya, pewawancara tahu bahwa Anda punya usaha untuk mengatasi masalah

7. Apakah Anda punya pertanyaan?
Jawab: Berikan paling sedikit dua pertanyaan yang terfokus pada kantor baru ini. Misalnya, Anda bertanya apakah kantor ini sudah punya website. Atau, bisa juga Anda mempertanyakan kehadiran CEO yang Anda tahu baru saja diangkat – apakah membuat kinerja perusahaan semakin baik, dan semacamnya. Jangan bertanya tentang kepentingan Anda sendiri, misalnya, apakah karir Anda akan berkembang di sana.

Apa yang menjadikan seseorang selalu sukses untuk menggapai impiannya? Tampil beda dan memiliki keunggulan komperatif mungkin salah satu yang menjadikan Anda selalu berada di dalam posisi terdepan!

Termasuk dalam meraih karier dan mengungguli orang lain dalam mencari pekerjaan yang sesuai. Ada beberapa trik atau strategi yang perlu disiapkan agar Anda sukses dalam melewati tahapan untuk mengejar karier yang diidam-idamkan.
Modal nekat saja, pasti tak cukup.. Di sini juga anda bisa menemukan beberapa lowongan kerja yang mungkin tak ada salahnya jika anda mencobanya. (Jeanette Sila'a)

Wawancara kerja

Wawancara kerja merupakan tahapan yang paling penting dalam mencari pekerjaan. Satu kesalahan fatal saja bisa membuat Anda batal mendapatkan pekerjaan impian. Ini beberapa kesalahan yang harus dihindari.

1. Panik dan memberikan jawaban terbata-bata

Inilah alasan Anda harus melakukan persiapan yang matang sebelum wawancara kerja. Jika perlu lakukan simulasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan keluar dalam wawancara, sehingga Anda tak grogi. Satu hal lagi kiat untuk menghindari kepanikan dan jawaban terbata-bata adalah kejujuran. Jika yang Anda ungkapkan adalah sebuah kejujuran, pasti akan mudah mengutarakannya. Jangan sampai Anda dianggap tidak menguasai topik karena kegugupan Anda.

2. Hindari topik sensitif

Sering kali pihak pewawancara melakukan obrolan santai untuk membuat suasana tak terlalu kaku. Untuk hal ini, lebih baik hindari topik-topik yang sensitif seperti politik, dan SARA. Bisa jadi pihak yang Anda sudutkan dalam topik obrolan tersebut memiliki hubungan dekat dengan si pewawancara — sehingga berpengaruh terhadap penilaiannya. Lebih baik pilih topik yang ringan juga netral.

3. Hindari bergosip

Hobi bergosip bisa menjadi alasan Anda ditolak dari pekerjaan impian. Jadi jangan pernah mengajak orang yang mewawancara Anda untuk bergosip.

4. Sok tahu

Jika di saat wawancara saja Anda sudah dinilai sok tahu dan tidak mau mendengarkan orang lain, jangan berharap Anda bisa diterima kerja. Perusahaan umumnya menginginkan orang-orang yang bisa bekerja dalam sebuah tim. Bukan orang sok pintar yang individualis. Jadi jangan pernah bersikap sok tahu.

Semoga sukses!

Curriculum vitae

Curriculum vitae adalah representasi diri. Tetapi para lulusan baru sering mengirim CV yang bikin geleng-geleng kepala. Karena kurang referensi, mereka kerap melakukan kesalahan yang tidak disadari. Memang tidak mutlak membuat mereka ditolak, tetapi memperkecil peluang diterima.

Nah, jika Anda seorang lulusan baru yang sedang berburu kerja dan tidak kunjung mendapat panggilan, jangan-jangan Anda melakukan beberapa kesalahan ini.

Foto
Jika perusahaan mensyaratkan foto dalam lamaran kerja, pilihlah foto yang membuat Anda terlihat profesional. Jangan pakai foto yang diambil dari Facebook hanya karena Anda tampil menarik (atau seksi). Bagaimana Anda mau dianggap serius bila foto yang dilampirkan terlihat main-main dan hasil crop?

Umumnya perekrut lebih menyukai foto yang simpel. Pergilah ke studio foto dan bikin satu foto yang bagus – untuk investasi Anda ketika melamar pekerjaan.

Alamat email
Hmm, alamat email seperti inacuantixxbanget@yahoo.com atau romisayangchika@ymail.com sepertinya kurang menarik jika dipajang di CV. Anda kan sedang melamar pekerjaan di suatu perusahaan jadi sebaiknya hindari alamat email yang terlalu personal. Buatlah satu akun email dengan nama asli Anda untuk keperluan resmi. Jangan sampai Anda kalah bersaing dengan pelamar lainnya hanya karena alamat email Anda menggelikan.

Informasi yang tepat
Jangan kirim CV yang persis sama ke semua perusahaan. Usahakan “jahit” terlebih dahulu setiap kali Anda melamar. Beri penekanan pada prestasi atau keahlian yang relevan dengan posisi incaran. Tidak perlu mencantumkan prestasi “pemenang lomba karaoke” bila memang posisi yang Anda inginkan tidak membutuhkan keahlian bernyanyi.

Informasi pendidikan juga cukup dimulai dari SMA saja, tidak perlu taman bermain dan TK. Intinya, tekankan pada informasi yang bisa menunjukkan Anda orang yang tepat untuk posisi ini.

Terlalu panjang
Pihak perekrut akan menerima setumpuk lamaran, jadi satu menit pertama amat menentukan. Jangan buang waktunya sia-sia dengan membeberkan prestasi Anda dari sejak TK. Buatlah kesan yang baik di surat lamaran sehingga mereka mau membaca hingga habis.

Anda boleh menyertakan alamat LinkedIn atau blog yang berisi portofolio bila diperlukan. Tetapi apa pun yang terjadi, jangan pernah meminta perekrut untuk mendownload sendiri CV Anda dari Internet. Tidak semua kantor punya koneksi bagus.

Email kosong
Mentang-mentang CV tersimpan di telepon seluler, maka begitu melihat suatu lowongan Anda langsung mengirimkannya tanpa berusaha membuat surat lamaran. Mau tahu kesan yang muncul begitu membaca email kosong seperti ini? Pelamar adalah seseorang yang malas.

Pelamar hanya secara acak mengirim CV ke kanan-kiri tanpa usaha lebih untuk membuat surat lamaran yang menarik.

Jiplakan
Yep, para perekrut sudah sering membaca bertumpuk CV jadi mereka bisa mengenali mana yang jiplakan dan bukan. Usahakanlah membuat surat lamaran dengan kalimat orisinal untuk meningkatkan kemungkinan Anda diterima.

Kalaupun belum memiliki pengalaman, Anda bisa menceritakan poin kekuatan Anda yang cocok untuk pekerjaan yang diincar. Tak perlu membuat surat lamaran yang terlalu panjang. Fokus pada kekuatan Anda dan tentunya jangan lupa mencantumkan informasi kontak agar mudah dihubungi.

Rabu, 24 Oktober 2012

HASRAT UNTUK BERUBAH


Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal, aku bermimpi ingin
mengubah dunia.
Seiring bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati dunia tak kunjung
berubah.
Maka, cita-cita itu agak kupersempit, lalu kuputuskan hanya
mengubah negeriku.

Namun tampaknya, hasrat itu pun tiada hasilnya.


Ketika usiaku telah semakin senja, dengan semangatku yang masih

tersisa,
kuputuskan mengubah keluargaku, orang-orang yang paling
dekat denganku.

Tetapi celakanya, mereka pun tidak mau berubah.


Dan kini ... sementara aku terbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba

kusadari: "Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku, maka
dengan menjadikan diriku panutan, mungkin akan bisa mengubah
keluargaku.
Lalu, berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi
aku mampu memperbaiki negeriku. Kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa
mengubah dunia."


Sumber:
Terjemahan dari sebuah puisi yang terukir di suatu makam
di Westminter, Inggris (1100 M)

Minggu, 24 Juni 2012

Membangun Tim Kerja


 
Pendahuluan

Istilah
Membangun tim kerja tidak sama dengan membangun kerja sama tim. Sebuah tim bisa saja dibangun dan setiap anggotanya bekerja dengan keras akan tetapi tim ini tetap tidak maksimal. Sebagai contoh adalah bila sebuah Panitia Natal Jemaat yang dibentuk oleh Majelis Jemaat dan setiap anggota panitia tersebut sudah merasa bekerja dengan sangat keras akan tetapi tetap saja masih banyak kekurangan yang terjadi.
Dalam contoh tersebut di atas dapat dikatakan bahwa tim telah dibangun, akan tetapi kerja sama tim belum terbentuk. Jadi sekalipun judul tulisan ini adalah Membangun Tim Kerja akan tetapi yang dimaksudkan adalah membangun kerja sama tim.

Definisi
Ada banyak sekali definisi mengenai tim; Akan tetapi untuk maksud tulisan ini maka tim didefinisikan sebagai sebuah kelompok kerja yang mempunyai tujuan yang sama dimana setiap anggotanya mengembangkan hubungan yang saling membangun. Kerja sama tim adalah usaha bersama dari anggota tim yang dilakukan secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan bersama. Jadi yang menjadi kata kunci adalah usaha bersama, terkoordinasi dan tujuan bersama  Apabila ada salah satu unsur yang tidak dipenuhi maka kerjasama tim tidak akan maksimal.


Membangun Tim
Keuntungan adanya kerja sama tim antara lain:
  • Mendapatkan hasil yang maksimal
  • Meningkatkan motivasi anggota tim
  • Menciptakan tempat persekutuan yang baik
  • Merupakan tempat mengembangkan diri dari anggota tim
Masalah yang dihadapi dalam membangun tim antara la
  • Kurangnya kepemimpinan (bukan berarti tidak ada pemimpin)
  • Ketidakmampuan anggota tim untuk melaksanakan perannya
  • Kurangnya komitmen dari anggota tim (mis: tidak menepati jan
  • Suasana yang tidak membangun (mis: saling menyalahkan, dlsb)
  • Ketidak jelasan peran & tanggung jawab masing-masing anggota
Beberapa hal yang bisa menjadi penghalang dalam membangun t
  • Perbedaan latar belakang, kebiasaan, cara berinteraksi, cara berpikir.
  • Perbedaan tingkat motivasi maupun dasar motivasi

Dimensi pengembangan 

Ada 4 dimensi umum yang harus diperhatikan dalam pengembangan sebuah tim yaitu: individu, tugas, tim dan organisasi.
  1. Dimensi individu terdiri dari motivasi, komitmen, sikap, kemampuan dan partisipasi anggota tim
  2. Dimensi tugas terdiri dari tujuan, penentuan target, proses yang sistimatis
  3. Dimensi tim terdiri dari kepemimpinan, peran, komunikasi, hubungan antar pribadi, kemampuan dalam mempengaruhi, konflik, analisis masalah, pengambilan keputusan, pertemuan/rapat, koordinasi, keterikatan, sistim nilai, dlsb
  4. Dimensi organisasi terdiri dari struktur organisasi, suasana kerja, dukungan terhadap pengembangan, penghargaan, budaya.
Motivasi

·            Motivasi secara umum adalah yang mendasari seseorang untuk berperilaku. Jadi motivasi adalah mengenai dorongan, kebutuhan dan keinginan yang biasanya diwujudkan melalui perilaku dari seseorang  Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang akan lebih giat, lebih baik dan lebih produktif bila memiliki motivasi yang tinggi.
Kinerja seseorang sangat dipengaruhi oleh tiga hal yaitu kemampuan, motivasi dan lingkungan. Agar seseorang bisa punya kinerja yang tinggi maka ia harus tahu bagaimana melaksanakan tugasnya (kemampuan), harus mau untuk melaksanakan tugasnya (motivasi) dan yang terakhir adalah harus diberi kesempatan dan dibantu untuk melaksanakan tugasnya (lingkungan).

·            Dalam konteks tulisan ini maka yang akan dituliskan adalah hanya motivasi.

²   Faktor yang mempengaruhi motivasi
à  Ada tiga bentuk yang memotivasi seseorang yaitu: desakan dari dalam, tarikan dari luar dan dorongan dari luar
à  Dorongan dari dalam adalah motivasi yang dari dalam diri orang tersebut. Misalnya seseorang yang oleh karena keyakinan imannya melakukan aksi bunuh diri, atau oleh karena keyakinan imannya telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk melayani orang miskin/sakit (mis: mother Theresa)
à  Dorongan dari luar adalah motivasi yang datang dari luar yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dorongan tersebut misalnya dari anggota keluarga, teman dekat, atasan, bawahan, dlsb. Contohnya adalah seseorang yang ikut aktif dalam pelayanan di gereja oleh karena dorongan dari anggota keluarga (mis: “Papa kan sudah jadi presbiter, masak kamu sebagai anak papa kok tidak ikut kegiatan pelayanan sih….”).
à  Tarikan dari luar adalah motivasi yang datang dari luar yang menarik seseorang untuk melakukan sesuatu. Tarikan tersebut misalnya dari keinginan mendapatkan sesuatu, mis: Ani sangat aktif dalam pelayanan GP karena ia “naksir berat” kepada  Budi yang menjadi ketua GP.

²   Teori-teori motivasi
Ada banyak teori tentang motivasi yang sudah dikembangkan sejak dahulu, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut
  • Teori hirarkhi kebutuhan (Maslow) – Menurut Maslow, manusia memiliki kebutuhan yang tersusun berdasarkan hirarkhi dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. Tingkatan kebutuhan tersebut adalah kebutuhan fisik, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan untuk diakui dan dihargai, kebutuhan untuk beraktualisasi.
  • Teori dua faktor (Herzberg) – Menurut Herzberg ada dua faktor yang mempengaruhi kepuasan manusia yaitu faktor motivator dan faktor hygien
  • Teori kebutuhan ERG (Alderfer) – Menurut Alderfer manusia mempunyai tiga kebutuhan dasar yaitu kebutuhan eksistensi, keterkaitan dan berkembang
  • Teori kebutuhan sosial (McClelland) – Menurut Mcclelland perilaku seseorang didasari oleh tiga hal yaitu kebutuhan akan kekuasaan, kebutuhan untuk berbprestasi dan kebutuhan untuk menjalin hubungan sosial
  • Teori penetapan tujuan (Locke) – Menurut Locke apabila para anggota tim turut berpartisipasi dalam memecahkan masalah di tim tersebut maka mereka akan merasa lebih terlibat sehingga produktifitas meningkat.
  • Teori persamaan (Adams) – Menurut Adams, individu menginginkan adanya kesamaan dan keadilan dalam perlakukan yang diberikan oleh tim, demikian juga mereka cenderung untuk membandingkan penghargaan yang diterimanya dengan usaha yang telah dilakukan.
  • Teori harapan (Vroom) – Menurut Vroom kekuatan dari kecenderungan berperilaku adalah tergantung dari kekuatan suatu harapan bahwa tindakan akan diikuti  dengan hasil tertentu dan pada derajat ketertarikan individu pada hasil yang akan diperoleh
²   Hampir semua perilaku manusia di dalam suatu organisasi/tim bisa dijelaskan maupun diantisipasi melalui teori-teori di atas


Pemahaman tentang tim

Kepemimpinan di dalam tim didefinisikan sebagai
  1. Suatu kemampuan untuk mendorong kinerja tim ke tingkat yang lebih tinggi dengan mentransformasikan visi ke tindakan
  2. Suatu keterampilan yang bisa dipelajari & dilatih yang umumnya berkaitan dengan hubungan antar pribadi.
  3. Kepemimpinan di dalam tim tidak berarti harus secara formal (Ketua Majelis Jemaat, Ketua BPK, atau Ketua Panitia Paskah). Seseorang yang mempunyai keterampilan kepemimpinan bisa saja mendorong kinerja tim ke tingkat yang lebih tinggi sekalipun ia hanya sebagai anggota biasa pada tim tersebut.
  4. Beberapa ciri kepemimpinan yang efektif antara lain: kemampuan berkomunikasi secara efektif, keyakinan diri, kemampuan bersosialisasi, kematangan mental dan emosional, motivasi dan kemauan (determinasi).
  5. Oleh karena banyaknya literatur mengenai kepemimpinan, maka di dalam tulisan ini tidak dijabarkan lebih lanjut.

Peran di dalam tim
  1. Ada berbagai peran yang harus dilaksanakan di dalam suatu tim. Dari sisi tugas (task) yang harus dilakukan, maka peran seseorang di dalam tim dapat dilihat melalui struktur organisasi/tim. Jabatan di dalam suatu tim mis.: ketua, sekretaris, bendahara, dlsb menunjukkan peran yang diinginkan dalam suatu tim.
  2. Dalam kenyataannya peran yang dibutuhkan dalam suatu organisasi/tim jauh lebih kompleks dari hanya dari sudut pandang tugas tersebut. Menurut Dr. Meredith Belbin (1981) ada 9 peran yang dibutuhkan dalam suatu organisasi/tim yaitu: the coordinator,  the shaper,  the plant,  the monitor evaluator,  the implementer,  the team worker,  the resource investigator,  the completer dan  the specialist.
 Komunikas
  • Dalam berhubungan dengan sesama anggota tim, tidak jarang terjadi ketidak lancaran komunikasi dalam bentuk salah pengertian, salah menangkap maksud dari pembicara,dsb. Sehingga kata-kata atau kalimat dari anggota tim yang satu ditafsirkan atau kurang dimengerti oleh anggota tim lainnya.
  • Komunikasi adalah dasar dari semua interaksi manusia dan bagi semua fungsi kelompok. Melalui komunikasi setiap anggota tim akan dapat mencapai pengertian satu sama lain, membina kepercayaan, mengkoordinir tindakan, merencanakan strategi untuk mencapai tujuan ataupun melakukan aktivitas tim.
  • Meskipun komunikasi tampaknya sederhana, tetapi untuk memperoleh komunikasi yang efektif, seringkali banyak sekali hambatan. Hambatan tersebut dapat berasal dari si pengirim berita, si penerima berita maupun faktor situasi dan kondisi.
  • Beberapa hambatan dalam berkomunikasi antara lain: latar belakang individu-individu yang berkomunikasi, sistim nilai para individu tersebut,  bahasa, sikap pada saat berkomunikasi, lingkungan.
  • Keterampilan berkomunikasi yang perlu dikembangkan antara lain: kemampuan mendengar (listening), kemampuan untuk memberi maupun menerima umpan balik, kemampuan memberi nasihat (coaching), kemampuan meningkatkan hubungan antar pribadi, kemampuan meningkatkan saling percaya dan adanya keterbukaan.

Konflik
  • Konflik tidak selamanya negatif. Dalam beberapa hal konflik bisa menjadi positif, mis: merasa beban terlepas, mendapatkan perspektif baru, keputusan yang diambil menjadi lebih baik, perbedaan bisa lebih dipahami, meningkatkan self-esteem
  • Ada beberapa jenis konflik yaitu: goal conflict (konflik karena beda tujuan), cognitive conflict (konflik karenabeda ide/konsep), affective conflict (konflik karena perasaan tidak suka atau karena kemarahan), behavioral conflict (konflik karena perilaku yang tidak cocok/sesuai)
  • Ada beberapa pola  untuk menghadapi konflik (lihat diagram)
  • Beberapa cara untuk menanggulangi konflik antara lain: negosiasi, keterampilan inter personal, menyadari perbedaan jender & budaya, meminta maaf, memberikan appresiasi, memaafkan, berkorban, memakai mediasi,
Pertumbuhan & Pengembangan tim

·      Dukungan organisasi terhadap tim
  • Organisasi  bisa mendukung kinerja dari suatu tim dengan cara menciptakan iklim organisasi yang kondusif yaitu antara lain: atmosfir keterbukaan &  saling percaya,  kesetaraan dari setiap anggota (apapun posisinya) dalam berinteraksi, adanya kesempatan untuk pengembangan diri, kesediaan untuk berubah.
  • Dukungan lainnya adalah dalam bentuk menjadi sumber daya (resources) bagi tim serta penghargaan yang selayaknya (khusus di dalam tim  yang ruang lingkupnya adalah organisasi sosial, maka penghargaan yang dimaksud  adalah intrinsic reward)
 Empat phase pertumbuhan
  • Tim tidak terbentuk begitu saja, tetapi melalui tahapan tertentu, yang pada setiap tahap mempunyai ciri dan karakter sendiri sehingga setiap tahap memerlukan penyelesaian sendiri
  • Lima tahapan pembentukan tim (Tuckman) yaitu: tahap pembentukan (forming), tahap badai (storming), tahap pembentukan norma (norming), tahap kinerja tinggi (performing) dan tahap bubar/pemutusan hubungan (adjourning)
  Tim yang berkinerja tinggi
  • Karakteristik dari tim ini antara lain: mempunyai maksud & tujuan yang sama, dibentuk dengan sengaja, memiliki peran yang jelas, mempunyai proses komunikasi, kepemimpinan yang diterima dan mendukung anggota, ukuran organisasinya kecil, akuntabilitas,  iklim keterbukaan & saling percaya.
  • Beberapa tips bagi untuk mencapai tim yang berkinerja tinggi antara lain: fokus pada maksud & tujuan, selesaikan konflik, fokus pada baik proses maupun isi, partisipasi aktif, masalah yang sensitif tetap dijaga “confidential”, komunikasi secara terbuka dan positif, dlsb.
 

Catatan Penutup :

1.      Kepada para pembina diharapkan agar dapat mempelajari materi pendalaman berjudul MEMBANGUN KERJA SAMA TIM MANDIRI DAN DINAMIS (softcopy ada dalam cd)  dalam rangka pengayaan  wawasan yang membekali Pembina untuk memberikan nilai lebih dalam membawakan materi.

2.      Kiranya materi pembinaan  ini bermanfaat bagi pengurus BPK di lingungan GPIB dan terutama bagi pekerjaan pembangunan tubuh Kristus.


Rabu, 20 Juni 2012

MEMAHAMI ARTI KEBERSAMAAN

KEBERSAMAAN
Asal kata kebersamaan adalah ‘sama, bersama’. Sama artinya seragam, sedangkan ‘bersama’ berarti ‘tidak sendiri’. Kebersamaan yang dimaksudkan disini adalah melaksanakan suatu kegiatan atau aktivitas secara bersama (lebih dari satu orang), misalnya : beribadah bersama, bernyanyi bersama, berjalan bersama, menonton bersama, dan lain-lain.

Beberapa alasan mengapa orang ingin melakukan sesuatu secara bersama yakni, (1) berkumpulnya beragam ide, (2) dalam suasana yang baik umumnya memiliki kecenderungan saling mendukung satu dengan yang lain, (3) beberapa hal menjadi ringan dalam kebersamaan, (4) memiliki daya dorong yang kuat dalam beberapa hal, dll.

Kebersamaan yang baik adalah kebersamaan yang terbentuk karena ‘kebutuhan’ (need) bukan dipaksakan. Kebersamaan yang terbentuk karena kebutuhan biasanya lebih mudah mencapai tujuan dibanding bila kebersamaan terbentuk karena dipaksakan, atau memiliki hambatan yang cukup besar dalam upaya pencapaian tujuan.

Kebersamaan yang baik bercirikan, (1) ada tenggang rasa, (2) ada kekompakan, (3) ada kepentingan bersama, (4) dan umumnya sang pemimpin mengerti betul yang dipimpinnya.

Hal-hal kritis yang sering terdapat dalam kebersamaan biasanya, (1) mengorbankan kepentingan pribadi dan mengedepankan kepentingan bersama, (2) selalu mengarah pada kemajuan bersama bukan sebaliknya, (3) adanya arah yang jelas kemana kebersamaan akan dibawa, (4) dibutuhkan proses untuk lebih memahami kebersamaan, itu berarti diperlukan sejumlah waktu.

Ada bahaya mengintip yang dapat merusak kebersamaan yaitu, (1) ingin menang sendiri, (2) selalu berpikiran negatif terhadap sesama anggota dalam kebersamaan, (3) tidak tepat waktu, (4) mudah mengobral janji tanpa komitmen yang jelas, (5) komersialisasi kebersamaan, (6) saling menyalahkan, (7) saling tuding, (8) pamer kekuatan, (9) ajang untuk mengembangkan issue yang negatif (issue positif silahkan saja), dan (10) kebersamaan kadangkala membuahkan ‘motivasi’ sesaat, begitu kebersamaan berubah menjadi kesendirian, motivasi akan turun lagi.

HAL MENARIK DALAM KEBERSAMAAN
Umumnya, yang membuat orang senang dalam kebersamaan adalah : (1) bertemu teman, (2) bertukar pengalaman sehingga menambah wawasan, (3) dapat belajar mengerti orang lain, (4) tidak merasa kesepian, (5) lebih termotivasi melakukan sesuatu karena ( harus jujur dikatakan) dalam kebersamaan, apa yang kita kerjakan bisa langsung dinikmati/dinilai oleh orang lain, hal yang mungkin tidak kita dapatkan bila dilakukan sendiri, (6) dan lain – lain.

Menyanyi bersama tentu menarik daripada menyanyi sendirian. Melakukan Penelahan Alkitab secara bersama pasti lebih menantang ketimbang melakukannya sendiri. Bersekutu dalam doa dalam suasana kebersamaan sungguh dapat menghangatkan hati dan perasaan. Mendengarkan penceramah berbicara tentunya akan lebih menyenangkan bila yang hadir lebih dari satu orang.

MENGAJAK ORANG LAIN
Ada sebuah cara yang mungkin ‘tokcer’ dalam upaya membangun kebersamaan yakni dengan tidak ragu atau merasa sungkan ‘mengajak’ orang lain bergabung dalam kebersamaan. Seringkali orang tidak tahu ada suatu kebersamaan yang menyenangkan karena ‘tidak diberi tahu’, tidak diajak, atau tidak dibari kebersamaan untuk berpartisipasi.

Berikut ini adalah sebuah contoh langkah-langkah dalam mengajak orang. Pertama, sapalah orang dengan ramah. Lalu amati dengan cepat apa kira-kira yang menjadi ‘keinginan’ dan ‘kemampuan’ orang tersebut. Ini dirasa perlu karena, tidak semua orang merasa ‘welcome’ di situasi yang masih baru dan asing baginya.

Kedua, segera perkenalkan ‘calon anggota’ tadi kepada sebanyak mungkin orang yang kita kenal. Konkritnya, bila kita mengenal kira-kira 40 (empat puluh) orang, usahakanlah ‘kawan baru’ tadi mengenal 40 orang juga, misalnya 35 (tiga puluh lima) orang. Dengan begitu, kita sudah mensosialisasikan ‘kawan baru’ kita kepada orang banyak.

Ketiga, ajak segera ‘kawan baru’ kita untuk melihat dari dekat berbagai aktifitas atau kegiatan di ‘lingkungan baru’ tersebut.

Keempat, beri kesempatan pada ‘kawan baru’ kita untuk bertanya sebanyak mungkin apa yang dilihat dan dirasakan selama ‘orientasi’.

Kelima, sekali waktu, kawan baru berpikir, seolahterlibat/berpartisipasi dalam kegiatan atau aktifitas yang diperhatikannya (dipelajarinya).

Keenam, secara tidak membabi buta tanyakan apakah kawan baru kita senang berada dalam lingkungan baru yang baru dikenalnya. Jawaban yang mungkin didapat dari pertanyaan tersebut sangat beragam.

Kemungkinan jawaban yang kita terima adalah : (1) senang dan mau berpartisipasi, atau (2) senang tetapi belum mau berpartisipasi karena berbagai alasan, atau (3) kurang senang, tetapi ingin mencoba berpartisipasi, atau (4) kurang senang, dan tidak mau berpartisipasi.

Apapun jawaban yang kita terima, balaslah dengan senyuman atau kalimat yang simpatik. Berupayalah menempatkan diri anda sebagai ‘calon anggota’. Bayangkan bila kita juga menjadi orang baru dan diberi pertanyaan serupa. Memang, jawaban yang kita harapkan adalah kawan baru kita akan menjawab : “saya senang dan bersedia berpartisipasi”’ tetapi biloa jawaban lain yang muncul, jangan putus asa. Waktu masih panjang. Beri kesempatan yang banyak bagi kawan baru kita untuk memutuskan berpartisipasi sekarang atau di waktu lain (mendatang). Biarlah waktu yang berbicara.

TINDAK LANJUT
Dalam berbagai kesempatan, sapa dan tegurlah ‘kawan baru’ kita. Jangan pernah bosan menelpon, SMS (Short message service), email (bila memungkinkan), dan lain-lain. Jangan terlihat ‘mendesak’. Sesuatu yang terlihat mendesak seolah ‘dipaksakan’. Sesuatu yang dipaksakan adalah tidak baik. Tetapi bila ada momen/kegiatan menarik jangan lupa mengajak calon kawan baru.

Bila memungkinkan, dan dirasa sudah cukup waktu, dan bila ada kegiatan-kegiatan coba libatkan calon ‘kawan baru’ tadi duduk dalam tim kerja atau kepanitiaan, dll. Tetap dampingi agar ‘kawan baru’ kita merasa ada tempat bertanya bila menemukan sesuatu yang menyulitkan. Jawablah apa adanya. Bisa katakan bisa, tidak bisa katakan tidak bisa.

BERDOALAH
Yang penting dari semua. Berdoalah untuk ‘kawan baru’ kita. Sekalipun sang kawan baru kita belum mau bergabung, tetaplah berdoa (1 Tesalonika 5 : 17).

Roma 12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
Efesus 6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Berikut ini adalah oleh-oleh dari sebuah perusahaan minyak nasional terkemuka di indonesia. Dalam suatu presentasi di tengah pelatihan staf diungkapkan tentang FILOSOFI ANGSA. Mari kita banyak-banyak belajar dari angsa yang terbang beriringan.

BELAJAR DARI ANGSA
Kalau kita tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruh “V” kita akan melihat beberapa fakta tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi “V”.

Fakta Angsa 1 :
Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan “daya dukung” bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus dinding udara di depannya. Dengan terbang dalam formasi “V” seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.

Pelajaran Angsa 1 :
Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka, dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

Fakta Angsa 2 :
Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya.

Pelajaran Angsa 2 :
Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan seorang diri daripada melakukannya bersama-sama.

Fakta Angsa 3 :
Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.
Pelajaran Angsa 3 :
Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya angsa, manusi saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.

Fakta Angsa 4 :
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

Pelajaran Angsa 4 :
Kita harus memastikan bahwa kita akan memberikan keuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

Fakta Angsa 5 :
Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan bentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Pelajaran Angsa 5 :
Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya

Kata kata

Cintailah seseorang sepenuhnya, termasuk kekurangannya, dan suatu saat kamu akan pantas mendapatkan yang terbaik darinya.

SESUATU YANG BERHARGA

Terkadang, Tuhan menghilangkan sesuatu yang sangat berarti dari genggamanmu, agar kamu menyadari kesalahan dan berubah menjadi lebih baik.